TEBING TINGGI — Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah Kota Tebing Tinggi pada Minggu malam (9/8/2026). Sedikitnya delapan rumah warga dan satu bangunan gudang mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan seng akibat dihantam angin kencang.
Sehari setelah kejadian, Pemerintah Kota Tebing Tinggi langsung melakukan peninjauan ke lokasi terdampak. Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mendatangi empat titik pada Senin pagi (10/8/2026).
Peninjauan tersebut tidak hanya untuk melihat kondisi warga secara langsung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memetakan kebutuhan penanganan pascabencana.
Wali Kota Pilih Motor untuk Jangkau Permukiman Warga
Ada hal yang menarik dalam peninjauan tersebut. Wali Kota bersama rombongan menggunakan sepeda motor saat menyusuri kawasan permukiman warga.
Pilihan itu dilakukan karena sejumlah lorong dan akses menuju permukiman terdampak sulit dilalui kendaraan roda empat. Dengan sepeda motor, rombongan dapat bergerak lebih cepat dan menjangkau lokasi yang berada di area permukiman padat.
“Pagi ini kita gunakan sepeda motor. Kenapa? Karena ada akses jalan yang tidak bisa dilalui mobil. Jadi lebih cepat, efektif, dan efisien untuk masuk langsung ke pelosok daerah, sekaligus menghemat anggaran di tengah upaya efisiensi. Yang penting semua tetap semangat,” ujar Iman.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kecepatan dalam melihat kondisi di lapangan. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, persoalan paling mendesak bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kebutuhan untuk kembali mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Delapan Rumah dan Satu Gudang Terdampak
Berdasarkan pendataan awal pemerintah daerah, kerusakan tercatat di dua lokasi utama di Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis.
Sebanyak enam rumah dan satu gudang mengalami kerusakan di Jalan Indra, Lingkungan II. Sementara dua rumah lainnya terdampak di Jalan Jati, Lingkungan II.
Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap dan seng yang terlepas akibat kuatnya angin.
Saat berada di lokasi, Iman menyampaikan keprihatinannya kepada warga sekaligus memastikan pemerintah daerah akan berupaya membantu proses pemulihan.
“Kami meninjau langsung rumah terdampak angin puting beliung semalam. Ini lumayan dahsyat sampai sengnya terbang semua. Kami juga berupaya semaksimal mungkin membantu, apa yang bisa kami bantu, yang penting bisa nyaman, bisa tinggal bersama keluarga,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus penanganan pemerintah tidak berhenti pada pendataan kerusakan. Pemulihan kondisi hunian menjadi salah satu kebutuhan yang harus segera dikoordinasikan agar warga dapat kembali menjalani aktivitas bersama keluarganya.
OPD Diminta Berbagi Tugas dalam Penanganan
Untuk mempercepat respons, Wali Kota meminta seluruh OPD terkait tidak bekerja sendiri-sendiri. Camat, lurah, Dinas Sosial, dan BPBD diminta berkolaborasi sesuai tugas masing-masing.
“Saya sampaikan dengan Pak Camat, Lurah, Dinas Sosial dan BPBD. Jadi kami bagi tugas, artinya Dinas Sosial dengan bansos (bantuan sosial) dan rumah perbaikan dampak bencana bisa dari BPBD. OPD harus berkolaborasi,” tegas Iman.
Pembagian tugas tersebut menjadi penting karena kebutuhan pascabencana tidak hanya menyangkut bantuan bahan pangan. Di sisi lain, kerusakan rumah membutuhkan penanganan fisik agar warga dapat kembali menempati hunian dengan kondisi yang lebih layak.
Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Sosial, BPBD, dan OPD terkait diharapkan dapat membuat proses penanganan berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Warga Terdampak Terima Bantuan Sembako
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Tebing Tinggi juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga terdampak.
Paket bantuan berisi beras, telur, minyak goreng, mi instan, susu, dan sarden. Bantuan tersebut menjadi dukungan awal bagi warga yang tengah menghadapi dampak bencana.
Salah seorang warga terdampak, Umi Kalsum, warga Jalan Jati Lingkungan II, menyampaikan apresiasi atas respons pemerintah.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kami,” ungkap Umi.
Hal serupa disampaikan Ega Purba, tetangga Umi Kalsum yang rumahnya juga terdampak.
“Semoga bantuan ini bermanfaat buat kami. Kami mendoakan kinerja Bapak Wali Kota beserta jajaran berjalan lancar dan sukses untuk memajukan Kota Tebing Tinggi ke depannya,” ucap Ega.
Penanganan Berlanjut Setelah Peninjauan
Peninjauan lapangan dan penyaluran sembako menjadi langkah awal pemerintah setelah bencana menerjang permukiman warga. Tantangan berikutnya adalah memastikan pendataan kerusakan dan kebutuhan perbaikan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antar-OPD.
Respons cepat menjadi penting karena kerusakan pada bagian atap rumah secara langsung berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan warga, khususnya ketika rumah masih harus ditempati bersama keluarga.
Dalam konteks tersebut, instruksi Wali Kota agar OPD berbagi tugas menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana. Dinas Sosial berperan dalam dukungan bantuan sosial, sementara BPBD dan unsur terkait menangani kebutuhan yang berkaitan dengan dampak bencana dan pemulihan.
ONESPORTS Insight: Bencana seperti puting beliung menunjukkan bahwa kecepatan respons pemerintah daerah tidak hanya diukur dari seberapa cepat pejabat datang ke lokasi, tetapi juga dari seberapa cepat kebutuhan warga diterjemahkan menjadi tindakan. Dalam kasus Tebing Tinggi, peninjauan langsung, pendataan kerusakan, bantuan sembako, serta pembagian tugas antar-OPD menjadi rangkaian awal yang menentukan efektivitas pemulihan.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi selanjutnya diharapkan dapat memastikan penanganan terhadap rumah warga terdampak berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, proses pemulihan hunian menjadi agenda penting setelah bantuan darurat diberikan.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kapolsek Rambutan AKP Darma Indrajaya, Kaban Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Plt. Kadis Sosial Tigahara Hasibuan, Camat Bajenis Ari Miranda, Kabid Kedaruratan BPBD Legino, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, Lurah Pinang Mancung Riyan Nugraha, serta jajaran OPD terkait dan tim peliputan Diskominfo Tebing Tinggi.



