BerandaKabar SumutTebing TinggiWarga BP7 Tebing Tinggi Kehabisan Kesabaran, Sarang Prostitusi MiChat Berkedok Kontrakan Akhirnya...

Warga BP7 Tebing Tinggi Kehabisan Kesabaran, Sarang Prostitusi MiChat Berkedok Kontrakan Akhirnya Dibongkar

Warga Komplek BP7 Tebing Tinggi datangi Polsek Rambutan untuk mengawal saksi dan mendesak pembongkaran praktik prostitusi online MiChat di rumah kontrakan.

- Advertisement -

Poin Utama:

  • Belasan warga Komplek BP7 mendatangi Polsek Rambutan pada Sabtu (16/5) untuk mengawal saksi secara sukarela.
  • Aksi massa ini dipicu oleh keresahan mendalam atas dugaan praktik prostitusi online via aplikasi MiChat di sebuah rumah kontrakan.
  • Kapolsek Rambutan AKP Darma Indrajaya menyambut langsung kedatangan warga dan langsung menggelar forum mediasi.
  • Kepolisian dan warga menyepakati ultimatum tegas untuk menertibkan rumah kontrakan bermasalah dan memperketat pengawasan melalui siskamling.

Kesabaran itu pada akhirnya mencapai batasnya. Sebuah rumah kontrakan di Komplek BP7, Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, yang semestinya menjadi hunian tenang bagi warga, justru berubah menjadi pusaran rahasia gelap yang membuat darah penduduk setempat mendidih.

Di balik pintu-pintu yang tertutup rapat, aroma bisnis lendir digital tercium tajam. Dugaan kuat mengarah pada aktivitas prostitusi online yang dikendalikan melalui aplikasi hijau anonim, MiChat.

Tidak ingin kampung halaman mereka dikotori oleh praktik ilegal yang merusak moral, warga pun mengambil langkah tegas.

Mengawal Keadilan ke Markas Polisi

Pada Sabtu (16/5/2026), keheningan akhir pekan di Jalan Gunung Lauser pecah. Belasan warga Komplek BP7 berbondong-bondong mendatangi markas Polsek Rambutan.

Kedatangan mereka bukanlah untuk bertindak anarkis, melainkan sebuah bentuk perlawanan sipil yang terkoordinasi.

Mereka datang sebagai tameng hidup untuk mengantar dan mengawal seorang saksi kunci guna memberikan klarifikasi kepada pihak berwajib.

- Advertisement -

Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Mulyono, mengonfirmasi bahwa langkah proaktif warga ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap proses penegakan hukum.

“Warga hadir untuk mengantar saksi yang dipanggil terkait laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas prostitusi online melalui aplikasi MiChat di salah satu rumah kontrakan sekitar Komplek BP7,” tegas Mulyono pada Minggu (17/5/2026).

Kedatangan massa yang membawa keresahan komunal ini langsung direspons cepat oleh petinggi sektor setempat. Kapolsek Rambutan, AKP Darma Indrajaya, turun tangan secara langsung didampingi Kanit Reskrim Ipda Gunar Gurning beserta jajarannya untuk meredam tensi dan mendengarkan aspirasi warga di ruang mediasi.

Ultimatum Pembersihan Lingkungan

Di dalam ruangan tersebut, keluh kesah yang selama ini tertahan akhirnya ditumpahkan. Warga secara blak-blakan membeberkan betapa aktivitas keluar-masuk orang tak dikenal di kontrakan tersebut telah merenggut rasa aman dan kenyamanan lingkungan Komplek BP7.

Menyadari bahaya laten yang mengancam ketertiban sosial, AKP Darma Indrajaya memberikan garansi keamanan.

Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk membedah tuntas jaringan prostitusi terselubung ini, sembari meminta warga untuk tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalin komunikasi dengan Polsek Rambutan. Jika menemukan gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui Bhabinkamtibmas, Call Center 110, atau langsung ke piket Polsek,” imbau AKP Mulyono menyambung arahan Kapolsek.

Garis Merah yang Tak Boleh Dilewati

Pertemuan krusial itu tak sekadar menghasilkan janji manis. Sebuah kesepakatan mematikan bagi para pelaku kejahatan moral berhasil diteken.

Polisi dan warga satu suara untuk mengeksekusi penertiban secara paksa terhadap rumah kontrakan yang dicurigai sebagai sarang transaksi MiChat tersebut.

Lebih dari itu, sistem keamanan lingkungan (siskamling) akan kembali dihidupkan dengan intensitas pengawasan ganda dari kepolisian.

- Advertisement -

Ini bukan sekadar mediasi biasa, melainkan sebuah sinyal peringatan keras. Bagi siapa pun yang mencoba menyulap sudut-sudut Kota Tebing Tinggi menjadi bilik-bilik prostitusi digital, bersiaplah berhadapan bukan hanya dengan hukum positif negara, tetapi juga dengan amarah warga yang tak lagi sudi diam. Mata-mata di Komplek BP7 kini terbuka lebar, dan mereka tidak akan berkedip.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

- Advertisment -

Trending

Sponsor

#Taggar Trending

- Advertisment -