MEDAN – Unit Resmob Polrestabes Medan sukses menggulung sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah yang makin meresahkan warga Sumatera Utara. Nggak main-main, dari lima pelaku yang diringkus, satu di antaranya ternyata merupakan pecatan anggota TNI dengan pangkat terakhir Sersan Satu (Sertu)!
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Marganda Ritonga (41) yang kehilangan motor Honda Vario 125 miliknya di Jalan PWS, Medan Petisah, Selasa (15/9/2026). Berbekal rekaman CCTV di lokasi kejadian, polisi langsung gercep melacak jejak para pelaku. Nggak butuh waktu lama, di hari yang sama tim Resmob berhasil menciduk komplotan ini saat hendak bertransaksi di kawasan Helvetia, Labuhan Deli.
Dua pelaku utama terpaksa dihadiahi timah panas karena nekat melawan petugas saat diminta menunjukkan lokasi penadah. “Saat pengembangan, pelaku Teguh dan Jerry berupaya kabur dan melakukan perlawanan. Keduanya langsung kita beri tindakan tegas dan terukur di kedua kakinya,” ujar Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, Kamis (17/9/2026).
Bagi Peran & Ekspansi ke Tebing Tinggi
Komplotan ini bermain sangat rapi dengan pembagian tugas yang jelas. Tiga orang bertindak sebagai eksekutor lapangan, yakni M Teguh Fadilla, Jerry, dan Gandi. Rekam jejak mereka juga cukup hitam; Teguh merupakan residivis yang baru bebas awal 2026, sementara Gandi adalah mantan anggota TNI yang dipecat karena kasus disersi. Barang curian mereka kemudian dioper lewat perantara bernama Arjunaidi Siregar, untuk dijual ke sang penadah, Afner Harahap.
Jam terbang sindikat ini ternyata udah lumayan ngeri. Dari hasil interogasi, komplotan ini mengaku telah beraksi di 15 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Nggak cuma ngacak-ngacak wilayah Medan (seperti area Gaperta, Kompleks USU, dan Sei Serayu) serta Deli Serdang, duet Gandi dan Jerry bahkan memperluas rute operasinya hingga ke Kota Tebing Tinggi dengan total lima kali aksi pencurian.
Dari tangan komplotan ini, aparat berhasil menyita seperangkat ‘alat tempur’ berupa kunci T dan kunci L, serta enam unit sepeda motor yang diduga kuat sebagai sarana operasional dan hasil curian.
Pihak Polrestabes Medan memastikan perburuan belum selesai. “Saat ini masih ada satu penadah lain yang masih terus kita kejar,” pungkas Iptu Bimo.



